| Bebek Kaleyo |
| Minggu, 22 Juni 2008 | |
|
“Empuk dan Lezat dengan sambal dahsyat”
Dari jenis dagingnya, bebek memiliki tantangan tersendiri dalam mengolahnya. Melalui resep turun-temurun yang diperoleh dari generasi sang kakek, maka kini dua bersaudara, ibu Fenty dan ibu Rini berusaha mengangkat pamor bumbu racikan hasil karya sang kakek.
Keunggulan bebek kaleyo bisa dilihat dan dirasakan kawan Jakarta. Dari mulai penampilan yang sangat menggiurkan dengan bebek hangat yang disajikan bersama sambal cabe ijo, dilengkapi dengan rasa gurih, serta gigitan besar yang dapat dilancangkan karena empuknya daging bebek kaleyo. Bagi kawan Jakarta yang mencintai sambal, tentunya kedahsyatan sambal cabe ijo tak boleh ditinggalkan, dan perpaduan bebek serta sambal cabe ijo pastinya akan menghasilkan setidaknya dua set tulang bebek tak berdaya.
Wahai kawan Jakarta yang berasal dari kota Yogya, tentunya kawan mengetahui arti kata kaleh dan ayo. Betul!!! Kaleh yang berarti dua dan Ayo memiliki makna kemari. Kedua kata tersebut digabungkan menjadi asal usul nama bebek kaleyo yang diyakini akan membuat para peminat bebk terus menerus datang ke bebek kaleyo untuk menikmati kelezatannya berulang kali.
Kawan Jakarta, ternyata nama memang memiliki makna dan peran. Terbukti kawan Jakarta bernama paulus rema, widi dan cipta memang sangat menikmati hidangan bebek kaleyo. Selain itu, mereka setidaknya datang ke tempat makan ini setiap bulan, sehingga terbuktilah bahwa nama kaleyo memberikan hasil nyata bagi tempat makan bebek kaleyo.
Kalo kaleh adalah istilah kawan dari Yoyya, bagaimana dengan istilah dari kawan Jakarta? Mungkin berkaleh-kaleh (dibaca: ’berkali-kali’) kali ye....
|