Kawasan Muara Karang
Minggu, 22 Juni 2008
 

hidangan laut nan menggoda” 

 

Gemerlap cahaya di sepanjang jalan menuju jalan masuk Muara Karang terlihat sangat mengundang. Cahaya lampu milik para pedagang ikan dan warna-warni payung mereka untuk melindungi dagangannya terlihat rapi. Begitu banyak hasil tangkapan laut yang dapat dinikmati di tempat ini, ada berbagai macam ikan, cumi-cumi, udang, kerang, kepiting, dsb. Untuk para penggemar seafood tempat ini sudah tidak asing lagi. Begitu banyak terlihat orang yang berlalu lalang hanya untuk sekedar melihat atau berniat membeli. 

Harga yang ditawarkan di tempat ini relatif terjangkau, tentunya para pedagang langsung mendapat hasil tangkapan nelayan dari para pengecer, sehingga harga yang dijual tidak terlampau jauh seperti di pasar atau swalayan. Dengan harga yang relatif murah, kawan Jakarta masih bisa menawar harga yang sudah ada, kesegaran hidangan laut dan harga murah menjadi salah satu poin khusus menjadikan tempat ini begitu ramai dikunjungi pada malam hari. Salah satu hasil tangkapan laut yang begitu banyak dibeli oleh kawan Jakarta tentunya ikan, kepiting, cumi dan udang.   

 

Di sudut pusat jajan serba ikan terdapat tempat pelelangan ikan dan perkampungan nelayan. Sekitar tahun 1984-an tempat ini lebih dikenal sebagai pelabuhan bagi nelayan usai mencari ikan di laut dan tempat pelelangan ikan. Akan tetapi dengan bertambahnya pengunjung yang datang tiap tahun, tempat ini dijadikan tempat pelelangan ikan sekaligus tempat berwisata, khususnya wisata kuliner. Tempat pelelangan ikan pada malam hari terlihat sangat ramai. Para nelayan baru menurunkan hasil tangkapan dari laut dan kemudian di lelang kepada para pengecer. Tidak jauh dari sana, terdapat segerombolan anak yang sedang bermain bola atau sekedar duduk-duduk berkumpul dengan teman-temannya. Mereka adalah anak-anak dari para nelayan yang tinggal di pesisir pantai dan anak-anak dari para pedagang yang berjualan di tempat itu. Mereka bermain dengan lepasnya, tawa riang gembira tampak dalam senyuman mereka, seolah-olah mereka tidak pernah dihinggapi pesona miring polusi, bising, dan berbagai kepenatan kota Jakarta. Memang keindahan kota Jakarta harus dapat dilihat dan dinikmati dengan berbagai nuansa dan segi kehidupan.

   

Users' Comments  
 

Average user rating

No rating

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2017 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved