|
“ santapan pecinan” Kawasan ini jelas terkenal sebagai pusat racikan Chinese food. Memang berbagai pilihan menu yang disajikan menjadi andalan kebanyakan restoran di mangga besar. Mulai dari aneka dim sum, bubur ayam, nasi hainam, shabu-shabu, olahan panggang bebek. Bahkan, olahan bebek panggang seperti menjadi menu wajib restoran di sana. Ini bisa anda buktikan lihat dari etalase restoran yang menampilkan model pajang sekumpulan bebek brondol (tanpa bulu) yang dilumuri kecap cokelat muda mengkilap. Sekilas kita seperti menyaksikan parodi festival bebek panggang saat memasuki kawasan ini.
Kawan Jakarta penasaran? Buktikan saja sendiri dengan menyusuri jalan mangga besar. Dari mulai rel kereta api mangga besar sampai dengan ke ujung jalan, selain pemandangan kawasan makanan, puluhan hotel dan tempat penginapan sementara juga tersedia disana (benar-benar kawasan wisata...). Keramaian pengunjung di kawasan ini bisa dibilang sepanjang hari, dari mulai pagi, siang, malam, bahkan hingga dini hari. Hidangan favorit yang harus dicoba di kawasan ini adalah kwetiaw, bakmi dan berbagai menu setengah ringan lainnya. Bagi anda yang khawatir dengan kandungan haram dari makanan di kawasan ini...jangan khawatir, karena ternyata banyak sekali masakan nikmat yang tanpa kandungan binatang lucu satu itu. Begitu banyaknya jajanan lezat yang dapat dinikmati disana perlu ditelusuri sambil berjalan kaki...siapa tahu anda akan menemukan hal-hal unik dan menarik di mangga besar seperti ”paha ayam” (dibaca paha ayam beneran). Bagi anda yang ingin sedikit merasakan wisata kuliner yang ekstrimnamun menyehatkan, di sekujur pinggir jalan mangga besar juga menyajikan daging ular, biawak, beserta darah segarnya yang dapat diminum seketika saat ular selesai dianiaya (alias dibikin 'koit' gitu...). Para pakar pun berkata bersama penyebar gosipnya, bahwa darah ular ini dapat menambah kesehatan, vitalitas para pria, kesehatan kulit. Selamat berwisata... |
|
|