|
“Rasanya jelas beda” Nasi uduk jelas berbeda dengan nasi putih. Secara penampilan hampir sama, namun apa sih sebenarnya perbedaan khususnya? ”Aroma yang dikeluarkan nasi uduk memiliki ciri khas tersendiri, selain dikarenakan campuran bahannya, juga wangi daun yang dicampurkan. Dari cara memasak pun berbeda, tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan kualitas nasi uduk yang lezat.”, jelas Ibu Hj. Ellya, sang pemilik.
Nama tenar nasi uduk kebon kacang tentunya sudah pernah kita dengar sejak dulu. Di mulai pada tahun 1970, Bapak Hj. Hamid, seorang pelopor nasi uduk kebon kacang merintis usahanya dengan menjaga kualitas nasi uduk yang terbaik, serta ketekunan dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan menjadikan nasi uduk kebon kacang tak asing di telinga masyarakat Jakarta. Sebagai generasi penerus keluarga, Ibu Hj. Ellya merasa memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga nama baik nasi uduk kebon kacang, maka pada bulan Mei tahun 2000, beliau bersama dengan pak Toto, sang suami membuka nasi uduk kebon kacang Hj. Ellya di jalan Pesanggrahan. Proses pembuatan nasi uduk kebon kacang milik Ibu Hj Ellya dilakukan dengan sangat telaten dan proses pengaronan juga dilakukan beberapa kali agar ramuan nasi uduk yang dihasilkan dapat meresap. Setelah nasi uduk jadi, masih ada proses pembungkusan dengan daun, yang dibentuk secara khusus agar sedap dipandang. Rayna dan Raysa, pelanggan nasi uduk kebon kacang Hj. Ellya, tak ketinggalan untuk memesan lima bungkus nasi uduk. ”Rasanya gurih, bumbunya ngeresep, enak deh...”, ungkap Raysa untuk menjelaskan betapa nikmat dan gak akan heran kalau kita makan nasi lebih dari satu bungkus. Makan nasi uduk tak akan lengkap tanpa lauk pauk yang disediakan. Anda bisa memilih sesuai selera, ada ayam, empal empuk, babat garing, paru, tahu, tempe, udang, usus sapi (biasa disebut: iso) sampai usus ayam, tak ketinggala sayuran penyegar seperti mentimun dan tomat siap dinikmati. Lokasi yang strategis, rasa dan suasana tempat yang OK menjadikan tempat ini pilihan menarik bagi anda para pecinta kuliner. Kalau saya... nasi uduknya dua bungkus saja, tapi lauknya semua ya....hihihi... 
 |
|
|