|
“daging segar dan kualitas bahan terbaik...” Kawan Jakarta yang termasuk dalam keturunan Tio Chiu dapat berbangga. Bagaimana tidak, makanan kwetiaw yang memiliki banyak penggemar di Jakarta, maupun kota-kota lain di Indonesia ternyata berasal dari Tio Chiu, sebagian besar kawan yang keturunan Tio Chiu banyak yang berasal dari kota Pontianak, sehingga kota Pontianak juga sering dikenal sebagai kota asal kwetiaw.
Banyaknya tempat makan yang menjual kwetiaw menjadikan para pemilik memfokuskan pada ciri khasnya masing-masing. Seperti halnya pak Rody Gunawan, dengan panggilan akrab Aciap, memiliki keunggulan dalam hal rasa. Kwetiaw siram di Aciap memiliki kekentalan kuah yang lebih terasa dan gurihnya racikan bumbu yang digunakan dapat menghasilkan ciri khas rasa yang berbeda dari kwetiaw lainnya. Keunggulan dari segi rasa juga didukung dengan kualitas daging segar yang dijaga setiap saat serta kenyamanan dan kebersihan tempat makan.  ”Sa Ho Fen alias kwetiaw”, jelas pak Aciap. ‘Sa’ yang berarti pasir memiliki makna bahwa bahan tepung beras yang digiling terus menerus sampai berukuran kecil sekali seperti pasir. Bertandang ke Belanda pun pernah dilakukan pak Aciap sejak tahun 1972 untuk menimba ilmu sebagai koki restoran chinese food ternama. Baru pada tahun 1975, keinginan besar pak Aciap dapat direalisir dengan membuka tenda pinggir jalan kwetiaw Aciap pertama di dekat Robinson jalan Angke raya. Hanya seharga Rp 150,- anda dapat menikmati kwetiaw Aciap saat itu. Di tahun 1979, Kwetiaw Aciap semakin berkembang dan memiliki pelanggan setia yang sangat banyak, hingga pada tahun 1987 membuka kwetiaw Aciap dengan lokasi Ruko di sekitar daerah Mangga Besar (sekarang telah menjadi Hotel Permai). Ayah dari empat orang anak, bernama Fifi, Servia, Devi dan Ervian Jony, terlihat sangat kompak bersama sang istri mengembangkan memonitor jalannya usaha dan terus menjaga kualitas rasa dari kwetiaw. “Bener-bener enak , disini kwetiaw siremnya digoreng sedikit dulu, jadi rasanya lebih gurih dari yang lain. Daging yang dipakai juga terasa masih seger banget”, tutur Erni, Billy, Siska dan adik Bobby. Betapa cintanya rombongan kawan Jakarta kita yang satu ini, hampir lima kali dalam sebulan, Billy dan kawan kawan harus menikmati kwetiaw sapi Aciap. Makan pagi enaknya...kwetiaw goreng...siang...kwetiaw siram...kalo malem...kwetiaw bun...kalo subuh....??? 
 |