|
“Lebih padat berisi, jelas lebih ngeresep rasanya” Cemilan ringan? makanan kenyang? Kalau kawan Jakarta ingin makan martabak, tentunya bisa saja dianggap sebagai cemilan ringan ataupun makan kenyang. Semuanya tergantung jumlah martabak yang dihabiskan. Hal ini akan sedikit berbeda dengan Martabak Favourite Rawamangun, porsinya yang besar, isinya yang padat serta kulit martabak yang tebal menjadikan cemilan ringan dan makan kenyang semakin membingungkan. Satu potong martabak favourite rawamangun saja sudah cukup mengenyangkan.
Saat kawan Jakarta datang ke lokasi, maka akan terlihat taburan yang tidak tanggung-tanggung. Penyaji hidangan martabak favourite rawamangun akan mengoleskan wisman dan mentega dalam jumlah yang banyak dan merata ke seluruh bagian martabak, aroma yang dikeluarkan martabak sudah membuat perut berbunyi dan siap untuk diisi. Martabak yang sudah selesai dipanggang akan ditaburi dengan berbagai pilihan isi sesuai selera, bisa dengan campuran berbagai pilihan seperti coklat, keju, kacang ataupun wijen, kemudian satu loyang martabak siap saji akan dipotong ke dalam beberapa bagian agar kawan Jakarta dapat langsung menikmati setiap potongan yang ada.  Nikmatnya martabak favourite ternyata berawal dari keahlian ibu Budhi Melanie dalam membuat martabak. Hal ini disambut dengan strategi menjual dari pak Dhony Hartono pada tahun 1988, dengan bermodalkan kualitas rasa yang terjamin disertai dengan pelayanan yang bersemangat kekeluargaan, maka berkembang dan dikenallah martabak favourite rawamangun samapai ke kawan di berbagai pelosok nusantara, bahkan tak jarang ada pesanan khusus yang ditujukan untuk pengiriman ke luar negeri. Pelanggan setia martabak favourite bisa dikategorikan sebagai pelanggan yang benar-benar setia, sebagian besar sudah pernah menikmati martabak favourite sejak tahunan bahkan hingga belasan tahun. Seperti halnya Albert, yang dengan semangatnya mengatakan bahwa dua kali dalam sebulan, kawan Jakarta kita ini kangen untuk bisa menikmati martabak Favourite. ”Yang paling saya suka itu aromanya enak, rasa martabaknya sendiri empuk dan racikannya beda dari yang laen”, jelas Albert. Martabakku...Favouriteku....  |