Joomla extensions and Joomla templates by JoomlaShine.com

Member Login

Polling

Tour de kuliner lebih baik diadakan di?
 
Ayam Bakar Mas Mono Cetak E-mail
Minggu, 22 Juni 2008
 

“Rasa ayam empuk sekaligus gurih cuma ada di mas mono” 

 

ImageGorengan tahu, tempe, pisang...Siapa yang tidak tahu gorengan... Tapi siapa yang mengetahui hubungannya dengan ayam bakar mas mono? Apa ada hubungannya?  Ya, ada. Di balik kenikmatan Ayam Bakar Mas Mono terdapat kisah menarik yang mengiringi setiap detak kesuksesannya. Kisahnya di awal tahun 2000, kebulatan tekad dan keyakinan pak Agus Pramono, yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan akrab Mas Mono, membawa Mas Mono pada keputusan untuk melangkahkan kakinya sebagai pengusaha, dimulai dengan berjualan gorengan di daerah Universitas Sahid. Dan,  naluri bisnisnya pun semakin terasah, dengan melihat potensi pasar yang cukup besar terhadap ayam bakar, maka setelah menekuni sekitar lima bulan berjualan gorengan, mas Mono mengganti haluan usahanya dengan menjual ayam bakar. 

 

Walaupun di awal usahanya, mas Mono baru dapat menghabiskan lim ekor ayam per harinya, namun secara jelas dan pasti pertumbuhan penjualan terus terjadi. Bahkan, kini ribuan ekor ayam dapat terjual setiap harinya. Dengan total karyawan sejumlah 80 orang, mas Mono masih akan terus mengembangkan usaha ayam bakarnya dengan terus memegang prinsip bahwa ”bila ada kemauan saya yakin pasti akan ada jalan”, jelas mas Mono. Image

 

Tanpa terasa, melalui berbagai perjuangan dan strategi bisnis yang dijalankannya, kini usaha yang digelutinya sudah memasuki tahun ke delapan. Berbagai hidangan nikmat di ayam bakar mas mono terus dikembangkan. Rasa memang menjadi perhatian utama mas Mono. Gurihnya ayam bakar mas Mono berasal dari berbagai kandungan dan racikan di dalamnya, warna ayam bakar yang kecoklatan disertai dengan tumpahan kecap yang membentuk kurva berwarna hitam manis membangkitkan selera untuk melayangkan gigitan pertama. Meresapnya seluruh rasa bumbu yang ada ke dalam daging ayam benar-benar bisa menggoyang lidah kawan Jakarta. 

 

Sambil memegang potongan ayam bakar, Yoga menceritakan betapa bumbu ayam bakar mas mono dirasakan berbeda dari ayam bakar lainnya. ”Saya cuma bisa bilang ayam ini enak, dan bumbunya berasa sampe ke dalam, terus merata seluruh bagian ayam bakarnya”, jelas Yoga. 

 

Kawan Jakarta.....ingat! Perkuatlah keinginan dan jalan yang harus dilalui akan terlihat...SEMANGAT!!!

 

Image

Image

   

Users' Comments  
 

Average user rating

No rating

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2017 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

Who's Online

Member Online
Tamu: 1

Ajang Ngobrol

Nama:

Pesan:

Events List

No events

Special Offer

article thumbnailStrawberry Cafe

Selengkapnya
article thumbnailBebek Kaleyo

Selengkapnya
article thumbnailSarang Kepiting

Selengkapnya
article thumbnailRagusa Es Italia

Selengkapnya
article thumbnailCOTO KONRO DAENG TATA

Selengkapnya
article thumbnailKedai Kopi Sandwich Bakar

Selengkapnya
article thumbnailRoti Bakar Eddy

Selengkapnya