|
“Coba dulu sambalnya...pasti ketagihan” Nasi dan sambal! Dua makanan pokok pemikat selera. Kalau rasa nasi tidak terlalu beragam, tapi yang namanya sambal nikmatnya bikin nambah melulu. Itulah salah satu keunggulan di Ikan Nila Goreng Pak Ugi. Dari namanya, jelas unggulan lainnya adalah Ikan Nila Goreng bukan? Ya betul!!!
Rasa nikmat Ikan Nila Goreng Pak Ugi berasal dari bahan ikan nila yang masih dalam kondisi segar, kemudian dioleskan bumbu masak yang nikmat, dan dimasak dengan api sedang, sehingga rasa garing yang terdapat pada nila goreng merata dari ujung kepala sampai ke ekor. Saat kita melihat warnanya yang kuning keemasan serta mencium aroma panas ikan nila goreng, dan kita tambahkan sedikit perasan jeruk nipis, maka siaplah untuk kita sobek bagian tengah ikan nila, tentunya langkah selanjutnya diaduk dengan sambal sedap olahan pak Ugi, baru disantap dengan nasi...hmmmm nikmatnya... Dari mulai berbentuk tenda biru DPR (di bawah pohon rindang), pak Ugi merintis usahanya dengan penuh kesabaran dan keuletan. Di awal usahanya, pertengahan 1999, pak Ugi mengedepankan ikan lele yang tetap dipadu dengan sambal olahan pak Ugi, dan baru sejak tahun 200, pak Ugi mencoba idenya untuk menggoreng ikan nila yang diyakininya akan menjadi favorit. Tanpa ”tedeng aling-aling” idenya berbuah nila goreng favorit. Tak hanya sebuah tenda biru, maka di tahun 2007, pak Ugi memberanikan diri untuk menyewa sebuah ruko di sekitar jalan boulevard raya. Menu andalannya selain ikan nila dan sambal, tentunya dihadirkan pasangan juara bertahan sepanjang masa, yaitu si tahu dan si tempe. Memang pasangan tahu dan tempe jelas menjadi idaman kawan Jakarta. ”Kalau saya ngidam makan ikan, jelas saya pergi ke Ikan Nila Goreng Pak Ugi. Disini rasa sambalnya pas, ada manis, asem, pedas semuanya OK”, ucap Jefry yang setidaknya dalam sebulan harus menikmati ikan nila pak Ugi. Nasi, sambel, tahu, tempe...jadi empat makanan pokok nih! 
 |
|
|