|
“Enak, gurih dan renyah, dibuat dari bahan pilihan” ”Namanya saya kasih secara dadakan, dan yang muncul pertama kali di otak cuma anak-anak yang banyak, lucu-lucu dan masih kecil seperti kurcaci”, begitulah penjelasan pak Michael, selaku pemilikKedai Kurcaci mengenai asal usul nama Kedai Kurcaci. Dari puluhan hingga ratusan jenis makanan khas bandung, pak Michael memilih siomay dan wedang ronde sebagai menu andalan disini.
Pilihan bahan dasar yang digunakan untuk membuat siomay membutuhkan kejelian dan penyaringan yang cukup ketat, agar hasil olahan siomay dapat dirasakan nikmat dan lezat. Siomay yang diolah dari ikan tengiri segar, dipotong dan disuir hingga kecil, kemudian diaduk dengan campuran bumbu masak khusus, menghasilkan rasa siomay yang gurih, renyah. Bayangkan saja, rasa ikan tengiri yang menyebar di seluruh mulut dan membuat indera pengecap tak dapat membedakan perpaduan rasa yang sungguh menyatu. Ditambah dengan campuran bumbu di atas siomay membuat satu kata yang dikenal indera pengecap, yaitu enak. Tak ketinggalan, wedang ronde yang disajikan dengan rasa kuah dengan ramuan jahe yang berani, sehingga saat di santap terasa segar dan aromanya terhirup sampai ke dalam hidung...hmmm nikmat segernya!!!  Berbekal pengalaman membantu saudara untuk berjualan lontong, maka pasangan bapak dan ibu michael merealisasikan ide untuk mengedepankan masakan khas bandung sejak bulan September tahun 2005. Keahlian meramu hidangan siomay dan wedang ronde tak disia-siakan, dan terbukti memang rasanya jelas yahud! Pasangan Hardi dan Nani pun tak ketinggalan menjelaskan betapa rasa wedang ronde yang menyegarkan dan kenikmatan siomay batagor membuat setiap satu kali dalam seminggu kawan Jakarta Hardi dan Nani menikmati hidangan di Kedai Kurcaci. Malem-malem paling enak yang anget-anget.....pesen wedang ronde aja ah... 
 |