|
“Rasa bumbu bakarnya jelas khas, harganya very terjangkau” Tukul!!! Nama yang satu ini jelas sering didenger, tapi yang saya maksud bukan nama orang, melainkan nama tempat makan. Cikal bakal nama Bakul Tukul berasal dari kata Bakul yang berarti Nasi serta Tukul memiliki makna Berkembang. Sehingga secara keseluruhan diartikan akan semakin berkembangnya jumlah nasi yang dapat dihasilkan Bakul Tukul.
Dengan konsep makan nasi sepuasnya, bebas tanpa tambahan biaya, memang jelas ini untuk kawan yang di Indonesia, tanpa nasi itu belum makan namanya. Bumbu bakar yang menjadi ciri khas Bakul Tukul memang memberikan rasa yang berbeda dari lainnya. Menambahkan sedikit selera khas Bali dalam bumbu bakar menjadi berbagai hidangan Bakul Tukul sedap, seperti cumi bakar yang dilumasi dengan racikan bumbu bakar khas, tentunya aroma bakarnya saja sudah membuat hidung terbuka lebar menghirupnya. Rasa cumi bakar yang legit dan gurih, disertai dengan hiasan sayuran yang menarik, dan dilengkapi dengan paduan sambal pedas sesuai selera membuat lidah susah untuk berhenti menggigit. Selain cumi bakar, anda juga dapat menikmati andalan nila bakar yang ditaburi dengan aroma bumbu bakar bercampur sedikit perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran rasa, warna kuning kecoklatan yang merata pada lapisan kulit ikan nila menandakan bumbu bakaran sudah meresap secara merata, asap yang keluar dari ikan nila mengundang gigitan pertama untuk dicanangkan. Santap bleh!!! Berdasarkan pengalamannya di berbagai bidang usaha lain yang pernah dijalaninya, pak Prabowo, selaku pemilik Bakul Tukul merintis Bakul Tukul sejak tanggal 21 April 2007. Saat kita masuk ke dalam ruangan, akan tampak berbagai tulisan menarik yang unik dan kreatif. Berbagai promo harian juga digelar secara berbeda di Bakul Tukul, dari mulai Juice, Cah Kangkung, maupun menu baru lainnya. Kelezatan Nila Bakar yang sudah dibuktikan pak Hariyanto, salah seorang pelanggan Bakul Tukul, menjadi bahan omongan pak Hariyanto dengan keluarga. ”Selain Nila Bakar nikmatnya cah kangkung serta ayam bakar patut dicoba”, jelasnya. Tak kenal maka tak sayang katanya, kalau gak makan nasi gimana mau kenyang... 
 |