Yang antri memang bikin penasaran. Kalau kita melihat suatu keramaian, seperti halnya ada antrian, pasti timbul pertanyaan dalam diri kita...ada hal menarik apa ya? Antrian yang satu ini tidak mengherankan lagi, karena bukankah kawan Jakarta sudah tahu bahwa yang namanya bebek memang ngantri...Bebek yang saya maksudkan disini adalah Bebek Kaleyo alias tempat makan yang kenikmatan hidangannya bikin kawan Jakarta ngantri untuk bisa berkesempatan menyantapnya.
“Lebih padat berisi, jelas lebih ngeresep rasanya”
Cemilan ringan? makanan kenyang? Kalau kawan Jakarta ingin makan martabak, tentunya bisa saja dianggap sebagai cemilan ringan ataupun makan kenyang. Semuanya tergantung jumlah martabak yang dihabiskan. Hal ini akan sedikit berbeda dengan Martabak Favourite Rawamangun, porsinya yang besar, isinya yang padat serta kulit martabak yang tebal menjadikan cemilan ringan dan makan kenyang semakin membingungkan. Satu potong martabak favourite rawamangun saja sudah cukup mengenyangkan.
Cocok me! Itulah ungkapan dengan gaya bahasa kawan kita di ujung atas sulawesi, bisa nikmat, bisa lezat, atau sesuai selera, singkat kata OK punya lah. Tak perlu lagi kita jauh-jauh merantau sampai ke makasar untuk menikmati santapan konro bakar yang juga menjadi ciri khas makanan makasar ini.
Sebagai anak sulung matahari Jakarta, yang pertama kali menerima kasih sayang sang mentari di ufuk Timur, wilayah Jakarta Timur memiliki cukup banyak pesona. Seperti halnya kawasan kuliner di daerah Rawamangun yang tak pernah sepi dihujani kehadirankawan Jakarta. Jalan Paus dan Jalan Balai Pustaka di kawasan Rawamangun memang merupakan andalan bagi wilayah Jakarta Timur, bagaimana tidak? ribuan kawan Jakarta dari mulai pagi, siang, petang, malam sampai dini hari terus datang silih berganti menghampiri pusat wisata kuliner Jakarta Timur ini.