Seger...seger...seger...!!! Hari gini makan kagak sehat, gak zamannya kaleee...Tempat makan yang satu ini juga pamornya dah kedengeran sampai ke seluruh pelosok Jakarta. Menikmati asinan bisa dilakukan di pagi hari, siang hari, ataupun malam hari. Segarnya sayuran maupun buah-buahan yang ada di dalam asinan menjadi penggugah selera.
”Yang namanya manusia jelas harus bekerja saja”, itulah prinsip yang selalu dipegang oleh pak Arwan dalam menjalani usahanya. Belum pernah terpikir di awal, bahwa berbagai banyak cabang bakmi golek akan berdiri dengan tegapnya. Dedikasi yang menyeluruh untuk terus menyajikan kualitas masakan terbaik dan pilihan menu menarik menjadkan nama bakmi golek semakin luas dikenal kawan Jakarta.
Kalau kawan Jakarta masih ingat saat berumur 15 tahun, tentunya di usia itu sebagian besar kawan Jakarta masih mengenyam pendidikan formal di bangku sekolah. Lain halnya dengan pak H. Wirto, yang sejak usia 15 tahun pak Wirto sudah terjun ke dunia usaha, dengan bimbingan sang kakak, maka kini mengakarlah seluruh naluri bisnis yang dimilikinya. Seafood Tiga Dara yang dikelolanya telah berkembang hingga bercabang sampai cabang yang keenam. Daya tarik seafood tiga dara tak lain dan tak bukan terletak pada kualitas rasa yang sudah terjamin sejak akhir tahun 1978.
“Rasa ayam empuk sekaligus gurih cuma ada di mas mono”
Gorengan tahu, tempe, pisang...Siapa yang tidak tahu gorengan... Tapi siapa yang mengetahui hubungannya dengan ayam bakar mas mono? Apa ada hubungannya?Ya, ada. Di balik kenikmatan Ayam Bakar Mas Mono terdapat kisah menarik yang mengiringi setiap detak kesuksesannya. Kisahnya di awal tahun 2000, kebulatan tekad dan keyakinan pak Agus Pramono, yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan akrab Mas Mono, membawa Mas Mono pada keputusan untuk melangkahkan kakinya sebagai pengusaha, dimulai dengan berjualan gorengan di daerah Universitas Sahid. Dan, naluri bisnisnya pun semakin terasah, dengan melihat potensi pasar yang cukup besar terhadap ayam bakar, maka setelah menekuni sekitar lima bulan berjualan gorengan, mas Mono mengganti haluan usahanya dengan menjual ayam bakar.