Nikmat, cepat dan puas. Mungkin itulah tiga kata yang paling tepat menggambarkan tempat makan ini. Dari tampilan tempatnya, Seafood Anton 88 tidak beda dengan tempat makan tenda kebanyakan. Letaknya yang berada persis di pinggir jalan Kyai H. Moh. Mansyur, disertai dengan keramaian parkir motor dan mobil di sekitarnya menjadi cirri khas utamanya.
Jika anda menginginkan makanan yang ringan, namun nikmat dan legit, lebih baik anda segera datang ke otak-otak Petojo Binatu-”AN”. Kalau anda mendengar kata Binatu, yang terpikir pasti tempat cuci baju, namun di tempat yang satu ini anda tidak bisa minta baju anda dicuci, mintalah seporsi otak-otak dan segelas kelapa muda, dijamin piring dan gelas anda tidak bersisa, alias bersih tanpa dicuci.
Nasi uduk jelas berbeda dengan nasi putih. Secara penampilan hampir sama, namun apa sih sebenarnya perbedaan khususnya? ”Aroma yang dikeluarkan nasi uduk memiliki ciri khas tersendiri, selain dikarenakan campuran bahannya, juga wangi daun yang dicampurkan. Dari cara memasak pun berbeda, tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan kualitas nasi uduk yang lezat.”, jelas Ibu Hj. Ellya, sang pemilik.
J besar dan K besar, itulah ciri khas kwetiaw Jangkung 78. Kalau anda penggemar kwetiaw, pasti sudah pernah denger yang namanya kwetiaw jangkung. Nah, biar gak sampe salah yang namanya JangKung yang asli, menggunakan huruf J dan huruf K yang besar. Letaknya yang berada di jalan Hayam Wuruk No. 78, membuat tempat ini sangat mudah ditemui terlebih bila anda tahu Holland Bakery hayam Wuruk, nah letaknya sekitar 2 ruko setelahnya.